بسم الله الرحمن الرحيم
Partikel-partikel yang dilontarkan oleh Matahari disebut dengan Flare, Matahari merupakan sebuah bintang – yaitu bola plasma panas yang ditopang oleh gaya gravitasi. Di pusat Matahari (nomor 1), terjadi reaksi nuklir (fusi) yang mengubah 4 atom hidrogen menjadi 1 atom helium. Reaksi fusi tersebut, selain menghasilkan helium, juga menghasilkan energi dalam jumlah melimpah (ingat persamaan terkenal oleh Einstein: E=mc2). Energi yang dihasilkan, di pancarkan keluar melewati bagian-bagian Matahari, yaitu: zona radiatif (nomor 2), zona konventif (nomor 3), dan bagian atmosfer Matahari, yang terdiri dari fotosfer (nomor 4), kromosfer (nomor 5), dan korona (nomor 6). Dan badai Matahari adalah peristiwa yang berkaitan dengan bagian atmosfer Matahari tersebut.
Berbeda dengan pusat Matahari yang relatif sederhana, bagian atmosfer Matahari relatif lebih rumit. Karena di atmosfer Matahari ini, medan magnetik Matahari berperan besar terhadap berbagai peristiwa yang terjadi di dalamnya. Ada berbagai fenomena menarik diamati di atmosfer Matahari berkaitan dengan medan magnetik Matahari, seperti bintik matahari (sun spot), ledakan Matahari (solar flare)[4], prominensa, dan pelontaran material korona (CME – Coronal Mass Ejection)[5]. Hal-hal inilah yang berkaitan dengan badai Matahari[6].
Ledakan yang terjadi di Matahari tersebut diklasifikasikan dalam beberapa kelas berdasarkan kecerlangannya pada panjang gelombang sinar-x antara 1 – 8 Angstroms. Setidaknya ada 3 klasifikasi utama dalam flare Matahari yakni :
- Flare kelas X, merupakan klasifikasi untuk ledakan yang paling besar dan dasyat yang terjadi di Matahari. Ledakan kelas ini bisa menyebabkan terjadinya gangguan pada jaringan listrik karena transformator dalam jaringan listrik akan mengalami kelebihan muatan, gangguan telekomunikasi (merusak satelit, menyebabkan black-out frekuensi HF radio, dll), navigasi, menyebabkan korosi pada jaringan pipa bawah tanah dan terjadinya badai radiasi yang panjang di lapisan teratas atmosfer.
- Flare kelas-M, merupakan ledakan kelas menengah yang kekuatannya 1/10 dari energi fluks flare kelas X. Biasanya flare di kelas ini hanya meyebabkan terjadinya pemadaman (blackout) singkat pada frekuensi radio khususnya untuk area kutub dan badai radiasi yang minor.
- Flare kelas-C, jika dibandingkan dengan kelas M dan X, kelas C jelas merupakan flare yang terhitung berskala kecil dan hampir tidak memiliki akibat pada Bumi. Kekuatannya 1/10 energi fluks flare kelas M.
Kelas | Puncak (W/m2)antara 1 dan 8 Angstroms |
B | I< 10-6 |
C | 10-6 < = I < 10-5 |
M | 10-5< = I < 10-4 |
X | I> = 10-4 |
Yang pasti, fenomena badai geomagnetik setelah terjadinya flare Matahari sebagai akibat interaksi medan magnetik Bumi dan materi bermuatan yang terlepas dari Matahari menyajikan keindahan tirai cahaya warna warni yang dikenal sebagai aurora di area kutub dan area lintang tinggi.
Singkatnya, badai Matahari adalah kejadian dimana aktifitas Matahari berinteraksi dengan magnetik Bumi. Badai Matahari ini berkaitan lansung dengan peristiwa solar flare dan CME. Kedua hal itulah yang menyebabkan terjadinya badai Matahari.
Beruntung, kita diberi magnet alami untuk menangkal partikel berenergi tinggi ini sebagaimana dalam al-Qur’an surat al-Anbiya’: 32
وَجَعَلْنَا السَّمَاءَ سَقْفًا مَحْفُوظًا وَهُمْ عَنْ آَيَاتِهَا مُعْرِضُونَ {الأنبياء:23}
“Dan Kami menjadikan langit sebagai atap yang terpelihara, namun mereka tetap berpaling dari tanda-tanda (kebesaran Allah).”
والله أعلم
الله يأخذبأيدينا إلى مافيه خير للإسلام والمسلمين
[1] http://langitselatan.com/2010/08/04/dari-flare-matahari-hingga-aurora/
[2] Aurora yang terjadi di belahan utara dinamai Aurora Borealis sedangkan yang terjadi di selatan Aurora Australis.
[3] http://id.wikipedia.org/wiki/aurora
[4] Ledakan di Matahari akibat terbukanya salah satu kumparan kumparan medan magnet permukaan Matahari. Ledakan ini melepaskan partikel berenergi tinggi dan radiasi elektromagnetik pada panjang gelombang sinar-x dan sinar gamma.
[5] Pelepasan material dari korona yang teramati sebagai letupan yang menyembur dari permukaan Matahari. Dalam semburan material korona ini, sekitar 2×1011 – 4×1013 kilogram material dilontarkan dengan energi sebesar 1022 – 6×1024 joule. Material ini dilontarkan dengan kecepatan mulai dari 20 km/s sampai 2000 km/s, dengan rata-rata kecepatan 350 km/s. Untuk mencapai Bumi, dibutuhkan waktu 1-3 hari
[6] Langitselatan. Loc. cit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komenar anda mengenai postingan ini ..
Diharapkan TIDAK SARA,KASAR,dan sebagainya ..